
Steven Gerrard kala menendang bola saat melawan Olympiacos di tahun 2004 silam. Liverpool menjadi juara dunia saat itu (Sumber: theguardian)
Liverpool terdesak, mereka harus menang dengan skor 1-0 atau dengan selisih 2 gol jika lawan mereka, Olympiacos berhasil mencetak gol pada laga terakhir fase grup Liga Champions. Di pertemuan sebelumnya, Liverpool tunduk 1-0 atas Olympiacos di Yunani lewat gol semata wayang Stoltidis di menit 17, dan menjelang laga terakhir grup tersebut, Liverpool kalah oleh pemuncak klasemen sementara, AS Monaco dengan skor 1-0. sehingga untuk sementara Olympiacos unggul 3 poin atas Liverpool menjelang laga terakhir fase grup Liga Champions antara Liverpool kontra Olympiacos tersebut.
Pada akhirnya, di laga tersebut Liverpool berhasil menang 3-1 setelah sebelumnya kebobolan terlebih dahulu lewat gol Rivaldo (menit 26), sebelum dibalas oleh 3 gol Liverpool (Florent Sinama Pongolle menit 47, Neil Mellor menit 81, serta sepakan "gledek" Steven Gerrard di menit 86 yang secara dramatis meloloskan Liverpool ke fase gugur Liga Champions.
Itulah yang terjadi pada musim 2004 - 2005 silam, selebihnya adalah sejarah, dimana Liverpool berhasil merengkuh trofi juara kelima mereka di Liga Champions, setelah secara dramatis mengejar defisit 3 gol di babak pertama, menjadi seri 3-3 di babak kedua, untuk kemudian memenangkan laga lewat drama adu penalti.
Mohamed Salah kala mengejar bola pada saat melawan Napoli di laga terakhir fase grup Liga Champions. Liverpool lolos ke babak 16 besar (sumber: Reuters)
Musim ini, skenario serupa tapi tak sama terjadi, dengan kali ini melibatkan Napoli sebagai "antagonisnya". Sebelum pertandingan antara Liverpool melawan Napoli, Liverpool kalah 2-1 oleh sang pemuncak klasemen PSG, yang membuat Liverpool tertinggal 3 poin dari Napoli. Di laga pertama di kandang Napoli, Liverpool tunduk 1-0 lewat gol semata wayang Lorenzo Insigne di menit terakhir laga. Membuat Liverpool harus menang dengan skor 1-0 atau dengan selisih 2 gol bila Napoli mencetak gol.
Pada akhirnya, Liverpool meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0. Mohamed Salah menjadi penentu dengan golnya melawan Napoli di menit 34 membuat Liverpool mengulangi pencapaian mereka 14 tahun silam. Liverpool pun lolos ke fase gugur Liga Champions, lewat keunggulan produktivitas gol atas Napoli (9 berbanding 7 gol), karena selisih gol sama (-1). serta head to head juga imbang (sama - sama menang 1-0 di kandang).
Yang patut menjadi pertanyaan adalah, apakah Liverpool dapat menjadi juara Liga Champions tahun ini? Pertanyaan tersebut dapat dijawab kemudian saat Liga Champions musim ini selesai pada Juni 2019 mendatang. Untuk saat ini, selamat atas kelolosan ke fase gugur, Liverpool!
Data statistik diperoleh dari id.soccerway.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No SARA / Kasar / Spam