Zlatan Ibrahimovic: Ketika Kutukan Terpecahkan Setelah 18 Tahun

. . Tidak ada komentar:
Zlatan Ibrahimovic: Ketika Kutukan Terpecahkan Setelah 18 Tahun


Selama 18 tahun karier pesepakbolaannya, Zlatan Ibrahimovic sangat "sial" di liga kontinental


Manchester United musim ini bsa dibilang ada diantara sukses dan tidak sukses. Meski mereka berhasil menggondol 3 piala (Piala Community Shield, Piala EFL atau Capital One Cup, serta Piala Europa), mereka hanya menyelesaikan liga di posisi ke 6, tepat dibawah Arsenal, Liverpool, Manchester City, Tottenham, dan Chelsea yang menjuarai liga. Meski begitu, ada pemain dari Manchester United yang "mungkin" akan begitu senang, terutama setelah mereka akhirnya menjuarai Piala Europa, Piala dibawah Liga Champions yang adalah piala kontinental utama. 


Lantas siapakah dia? Zlatan Ibrahimovic mungkin jawabannya.

Zlatan Ibrahimovic mungkin akan menjadi pemain yang sangat senang, terutama setelah menjuarai Piala Europa, karena itu adalah piala kontinental pertamanya setelah 18 tahun kariernya di sepakbola. Di 18 tahun kariernya tersebut, ia telah meraih berbagai macam piala, seperti misalnya juara liga, juara piala daerah (cup), serta lainnya. Dia berhasil meraih juara liga domestik di 4 negara (di Belanda saat bersama Ajax, di Spanyol saat bersama Barcelona, di Italia saat bersama AC Milan, Inter Milan, (serta Juventus bila Juventus tidak dicabut titelnya karena tuduhan Calciopoli) dan di Prancis bersama PSG), juara "cup" domestik di 3 negara (di Belanda saat bersama Ajax, Di Prancis saat bersama PSG, dan di Inggris bersama Manchester United)


Ia juga punya banyak rekor mentereng, terutama di Liga Champions dimana ia menjadi satu - satunya pemain yang bisa mencetak gol untuk 6 klub berbeda di Liga Champions (Ajax, Juventus, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, dan PSG). Dia selalu mencetak total 2 digit gol untuk setiap klub yang dibelanya, termasuk di Manchester United. Musim ini saja ia sudah menyumbangkan 28 gol dari 46 pertandingan, di liga ia mencetak 17 gol dari 28 pertandingan (dimana penampilannya harus terhenti lebih cepat kala ia mengalami cedera di bulan April saat melakoni laga melawan Anderlecht di Liga Europa).

Namun, ia seakan dijauhi keberuntungan ketika timnya berusaha menggapai piala kontinental, di Ajax raihan terbagus klubnya hanya sampai perempat final di musim 2002 - 2003, sedangkan di Juventus, ia dan klubnya juga terhenti di perempat final sebanyak 2 kali. Di Inter Milan nasibnya lebih tragis, karena setelah selalu terhenti di 16 besar selama 3 musim berseragam Biru Hitam tersebut, ia pindah ke Barcelona, klub yang juara Liga Champions di musim sebelumnya, yaitu pada tahun 2008 - 2009, di musim tersebut (2009 - 2010), yang menyakitkan adalah justru klub yang sebelumnya ia bela, menjadi juara Liga Champions (sekaligus meraih Treble), mengalahkan klub yang ia bela saat itu (Barcelona) di semi final. Setahun setelahnya, ia pindah ke AC Milan secara pinjaman, karena mengalami perselisihan dengan sang bos Barcelona pada saat itu, Pep Guardiola. Tak pelak, keputusan tersebut kembali menyakitkan, klub yang meminjamkannya justru menjadi juara Liga Champions pada musim tersebut (2010 - 2011)., sedangkan klub yang meminjamnya, AC Milan tersungkur di 16 besar oleh Tottenham Hotspur. Musim selanjutnya di AC Milan setelah klub yang coraknya hitam merah ini membelinya seharga 24 juta Euro (ada di dalam persetujuan peminjaman musim sebelumnya), lebih lebih baik, namun kembali ia dan klubnya terhenti lagi di perempat final setelah dikalahkan klub lamanya Barcelona. Semusim berselang, ia berganti kostum kembali setelah raksasa Prancis, PSG membelinya seharga 20 juta Euro. Di klub barunya tersebut, kembali ia gagal meraih trofi Liga Champions, setelah 4 musim berturut - turut selalu kandas di perempat final (kalah dari Barcelona, Chelsea, Barcelona dan Manchester City). setelah kontraknya habis, ia kemudian bergabung dengan Manchester united, yang baru saja gagal ke Liga Champions, dan memecat Louis Van Gaal, dan kemudian merekrut mantan pelatih Zlatan sewaktu di Inter Milan, Jose Mourinho.

Di Manchester United inilah akhirnya Zlatan Ibrahimovic dapat meraih gelar kontinental. Setelah berhasil merebut Piala Liga (EFL Cup), dan Community Shield yang diperoleh kala mengalahkan Juara Liga sebelumnya, Leicester City. Ia juga akhirnya mendapat Piala Europa (kompetisi dibawah Liga Champions) setelah klubnya menang di final mengalahkan mantan klubnya Ajax Amsterdam dengan skor 2 - 0. Sayangnya, ia tidak dapat tampil kala itu karena mengalami cedera lutut pada laga perempat final kala melawan Anderlecht, bulan April lalu. Ini adalah gelar kontinental pertamanya dalam 18 tahun terakhir.

Namun, cedera yang menderanya tersebut akan membuatnya absen dari sepakbola hingga awal tahun depan, membuat ini mungkin piala pertama dan terakhirnya di kontinental, karena usianya yang telah 35 tahun, usia akhir menjelang masa pensiun. Dengan cedera tersebut, kecil kemungkinan ada yang mau mengontraknya setelah Manchester United dikabarkan tidak memperpanjang kontraknya. Kemungkinan terbesar setelah ia bebas dari cedera kemudian akan ke MLS (Major League Soccer) atau CSL (China Super League) yang dimulai awal tahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No SARA / Kasar / Spam

Segala Hal Tentang Sepakbola Semua Ada Disini. Berita Tentang Klub - Klub Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Italia, Liga Belanda, Liga Prancis, Liga Champions, Liga Europa, Liga Indonesia dan lainnya.

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Hanyalah seorang blogger baru yang suka nonton bola dan sekarang baru saja lulus kuliah jurusan Ilmu Sejarah dan sedang mencari kerja. Senang main futsal di posisi kiper. Fans Manchester United dan pemain idola Wayne Rooney.

Total Tayangan Laman

Translate

Videos

Football

Comments

Popular

Main Slider

Recent

Popular Posts