
Copa America 2019 (Sumber: Evening Standard)
Copa America tinggal menghitung hari, dan berbagai tim dari negara benua Amerika Selatan ditambah 2 tim undangan sedang bersiap - siap menyambut laga pertama yang akan dihelat di Brasil tersebut yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14 Juni waktu setempat. Laga pertama nanti akan mempertemukan tuan rumah dengan Bolivia di stadion Estadio De Morumbi, Sao Paolo Brasil. Dan di Copa America tahun ini, ada 2 tim asal non Amerika yang berkunjung di ajang 2 tahunan terelit se - Amerika Selatan ini, dimana mereka adalah Jepang dan Qatar, yang adalah berasal dari benua Asia.
Di gelaran turnamen Copa America tahun ini, mengundang 2 negara dari belahan dunia lain ini tentu saja memiliki nilai positif bagi semua negara yang bermain di Copa America ini, dimana yang paling utama tentu saja menambah kompetitif dan sengitnya gelaran Copa America tahun ini, terlebih setelah mereka tidak mengundang tim negara benua tetangga, Meksiko yang tidak bermain di Copa America tahun ini. Sebagai gantinya, 2 finalis Piala Asia 2019 yakni Qatar dan Jepang diundang untuk berpartisipasi di gelaran tahun ini. Qatar sendiri akan memulai debut mereka di Copa America pada tahun ini, sedang bagi Jepang, ini adalah penampilan kedua mereka setelah sempat bermain di Copa America 20 tahun yang lalu.
Brazil vs Jepang pada Piala Konfederasi tahun 2013 di Brazil. Bertemu lagi? (Sumber: Sportskeeda)
Namun, untuk Jepang sendiri, mereka tentunya punya misi tersendiri selama mereka bermain di Copa America nanti. Apakah itu?
Seperti dilansir dari forbes.com, timnas Jepang sendiri melihat turnamen Copa America ini sebagai ajang mempersiapkan diri untuk turnamen penting yang sekiranya diselenggarakan sesaat lagi, yakni tahun depan. Di tahun tersebut, ada turnamen yang tidak kalah pentingnya dengan turnamen sekelas Piala Dunia, yakni Olimpiade 2020 yang sedianya akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang.
Dengan Olimpiade yang membatasi pemain yang tampil harus dibawah 23 tahun (kecuali 3 pemain yang diperbolehkan diatas 23 tahun). tim Jepang memutuskan di Copa America ini "hanya" membawa 5 pemain yang usianya diatas 23 tahun, dimana mereka diantaranya adalah bomber Leicester City Shinji Okazaki, kiper veteran Strasbourg Eiji Kawashima, gelandang tengah Getafe Gaku Shibasaki, serta 2 pemain yang kurang terkenal macam winger Shoya Nakajima dan bek Naomichi Ueda. Sisanya praktis adalah yang belum berpengalaman di timnas senior dan tentunya masih berusia belia diantara 19 sampai 22 tahun.
Masih dilansir dari forbes.com, pemain muda paling potensial Jepang sendiri adalah Takefusa Kubo, yang saat ini masih berusia 18 tahun dan bermain di FC Tokyo. Mantan pemain akademi Barcelona tersebut diramal memiliki masa depan yang cerah dan diprediksi akan kembali merasakan sengitnya liga di Eropa setelah ia dinyatakan tidak dapat bermain di Barcelona Junior karena masalah umur.
Jepang sendiri akan berusaha melewati fase grup yang cukup sulit, karena Okazaki dkk berada di grup C bersama juara bertahan Cile, tim kuat Uruguay dan Ekuador. Apakah Jepang dapat lolos ke babak selanjutnya? Ataukah mereka langsung terhenti di babak fase grup? Bagaimana pendapatmu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No SARA / Kasar / Spam